Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya

Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya

Arti Filler anime, Mengapa Anime favorit kalian pasti muncul cerita filler? Mungkin itulah hal yang terlintas dalam pikiran kalian setelah kesal setelah melihat anime favorit kalian tiba-tiba menceritakan tentang hal yang tidak ada di manga. Tapi, kalian perlu tahu bahwa semua Filler itu tidak menyebalkan. Bahkan dibalik kekecawan karena filler, terdapat beberapa fakta bahwa filler memiliki sebuah tujuan yang baik dan berguna. Untuk kali ini Animenoem akan memberikan penjelasan tentang Filler dalam suatu anime.



Pengertian Filler pada Anime


Sesuai arti dalam bahasanya, Filler adalah kata dari bahasa inggris yang artinya pengisi, maksudnya adalah Filler merupakan pengisi dalam suatu anime atau bisa dikatakan bahwa filler merupakan suatu cerita tambahan yang diterapkan dalam anime yang tidak ada di dalam sumber aslinya dan hal tersebut bisa dikatakan sebagai Non-Cannon.

Non-Cannon meruapakan suatu cerita yang diberikan secara tidak resmi langsung dari sang creator. 

Kemunculan filler biasannya diterapkan pada anime yang memiliki episode panjang seperti Naruto/Boruto, Bleach, Dragon Ball, Detective Conan, One Piece, dan lain-lain. Namun di pemberian filler juga diterapkan pada anime episode pendek seperti Soul Eater, Beelzebub, Black Clover, dan lain-lain.


Sayangnya Keberadaan filler dalam suatu anime tidak disambut dengan baik oleh penonton dan adanya filler ini sering menyebabkan suatu anime mendapatkan respon negatif dari para penonton maupun para kritikus anime. Tapi kalian perlu tahu bahwa Filler sebenarnya memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat penting agar membuat penonton tidak merasa kecewa dengan kualitas anime yang nantinya ketika akan memasuki cerita dalam sumbernya. 

Mengapa Keberadaan Filer sangat tidak disukai oleh penonton? Coba saja bayangkan, bagi para pembaca manga, ketika suatu anime hampir mencapai chapter manga yang ditunggu-tunggu, tiba-tiba saja dialihkan dengan cerita yang berbeda dimana cerita tersebut tidak ada di dalam manga. 

Seperti anime Bleach yang memiliki cerita filler sendiri yang disajikan secara terpisah atau Naruto yang memiliki cerita flashback dengan menyajikan lebih dari 2 cour (24 episode) sehingga untuk menunggu kembali ke dalam cerita utama butuh waktu berbulan-bulan hingga 2 musim bahkan lebih. 

Ada dua jenis cara pemakaian filer dalam suatu anime di antara lain:

-Memasukkan cerita Filler secara terpisah dengan cerita asli. Filler seperti ini bisa dicontohkan berupa Cerita Flashback atau cerita yang menyajikan satu Arc atau lebih yang memiliki kisah sendiri dan hal tersebut biasanya ditambah dengan munculnya karakter baru untuk memberikan cerita di sekitar filler itu sendiri. Cerita Filler yang disajikan secara terpisah masih bisa diketahui dan dilacak dengan mudah, yaitu dengan cara mengecek chapter di manga nya apakah cerita tersebut ada atau tidak. Beberapa contoh anime yang memiliki cerita dengan jenis filler terpisah:
  • - Bleach (Bount Arc, The New Captain Shuusuke Amagai arc, dan lain-lain)
  • - Naruto (Flashback, Twelve Guardian Ninja Arc, The New Chunin Exam Arc, dan lain-lain)
  • - Fairy Tail (Daphne arc, Key of the Starry Sky arc, Eclipse Celestial Spirits arc)

-Memasukkan cerita Filler dengan menyampurkannya pada cerita asli. Hal ini biasannya merupakan adanya tambahan adegan pada suatu cerita anime. Sulit mengetahui apakah cerita tersebut filler atau bukan karena Filler jenis ini masih berkaitan dengan cerita asli dari sumbernya. Contoh filler yang menerapkan filler dengan jenis ini:
  • - Dragon Ball Z
  • - One Piece

Ciri-Ciri Filler pada Anime

Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya

Bagi yang tidak membaca manga atau sumber yang diadaptasi anime, mungkin tidak mengetahui bagaimana suatu anime sedang menyajikan cerita filler atau tidak sehingga mereka menganggap bahwa cerita non-cannon dan cannon itu sama saja. Padahal terdapat perbedaan yang perlu diketahui supaya tidak terkecoh dengan penyajian filler pada anime. Untuk penjelasan lebih lanjut ini adalah beberapa penjelasan tentang bagaimana ciri-ciri filler pada suatu anime:

- Cerita yang tidak ada di dalam Karya asli. Hal tersebut Sudah pasti bahwa Cerita anime yang tidak ada di dalam sumbernya bisa dianggap sebagai non-cannon atau filler karena pada dasarnya filler merupakan cerita tambahan yang hanya ada di animenya saja dan tidak resmi.

- Memiliki Alur cerita yang agak berbeda dari Sumber aslinya, ini menjadi salah satu ciri mengapa suatu anime dianggap sebagai filler. Jika kalian menemukan sebuah cerita yang tiba-tiba terasa berbeda dari biasannya, mungkin hal tersebut merupakan cerita filler. Untuk memastikannya, kalian bisa mengecek di sumber aslinya (manga) dan mencari tahu apakah cerita tersebut merupakan filler atau bukan.

- Karakter baru yang tidak ada dalam Sumber aslinya, Pemberian karakter menjadi syarat utama untuk pemberian cerita baru pada filler agar nantinya memiliki bagian sendiri dimana karakter tersebut akan berperan di sekitar cerita filler tersebut. Biasannya adanya karakter baru diterapkan pada filler yang memiliki cerita sendiri.

- Adanya kejanggalan cerita yang sangat jelas. Jika kalian telah memahami sebuah teori/logika yang sudah ditetapkan pada suatu anime, lalu kalian mengetahui sebuah adegan cerita dimana adegan tersebut, seharusnya tidak terjadi karena pada karya aslinya sudah dikatakan hal tersebut sehingga menimbulkan sebuah kejanggalan yang menyebabkan kualitas cerita seri tersebut menurun karena tidak konsisten dalam memberikan cerita.

- Flashback Tambahan. Sama seperti no.1, jika muncul cerita flashback yang tidak ada di dalam manga atau sumber asli dari seri tersebut, maka bisa dikatakan bahwa hal tersebut merupakan filler atau non-cannon.


Fungsi Filler

Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya

Walaupun Filler ini dianggap mengganggu, namun,Filler memiliki fungsi dan kegunaan yang penting untuk anime long running (memiliki episode panjang) yang harus terus tayang. Berikut beberapa penjelasan tentang Fungsi Filler pada Anime:

- Memperlambat laju jalan cerita anime. Untuk membuat 1 episode anime, paling banyak dibutuhkan 3 chapter untuk mengisi cerita dalam durasi 24 menit. Sedangkan setiap minggu anime harus rilis merilis satu episodenya dan Manga pun juga sama, setiap minggunya harus merilis satu chapter, itupun jika manga tersebut Mangga yang rilis Mingguan, jika Bulanan, maka manga tersebut rilis satu chapter tiap bulannya.


- Memperpanjang cerita. Bagi para penggemar pada suatu anime pasti tidak ingin anime favoritnya segera tamat Walaupun cerita pada sumber aslinya sudah berakhir. Ketika Anime sudah mencapai akhir, banyak para penggemar yang menginginkan cerita lanjutan agar anime tersebut terus menemani penggemarnya. 

Sama seperti yang terjadi pada Anime Naruto, setelah memasuki cerita akhir dimana cerita puncaknya merupakan pertarungan terkahir Naruto dan Sasuke, banyak para fans Naruto yang meminta lanjutan karena tidak ingin tamat. Akhirnya Creator Naruto dan pihak studio memutuskan untuk menayangkan lanjutan dari seri Naruto yaitu Boruto yang menjadi tokoh utama selanjutnya. 

Namun hal tersebut ternyata juga membuat beberapa fans lain merasa kecewa karena cerita yang seharusnya tamat, kini dipaksa harus memberikan cerita baru sehingga keseruan dan kejutan yang biasannya didapat serasa berkurang dan berbeda dari Naruto.


- Mengisi Cerita yang tidak sempat diceritakan dalam sumber aslinya. Untuk fungsi yang satu ini biasannya dilakukan dengan menerapkan filler dengan menyisipkan adegan tambahan dalam cerita utama dari sumber asli. Ketika sang Creator diberikan Deadline dengan waktu yang singkat oleh penerbit manga, Terpaka sang creator harus menghampus beberapa cerita dan karakter sehingga ketika suatu cerita dalam arc dieksekusi bisa diselesaikan tepat waktu. Setalah itu sebagai gantinya, ketika anime telah memasuki cerita tersebut, cerita yang tadi sudah dihapus oleh sang creator dijadikan sebagai cerita filler oleh pihak studio.


- Memberikan cerita dengan nuansa baru. Walaupun sebagian filler terbilang membosankan dan mengganggu, namun ada juga beberapa filler yang sangat menghibur. Contohnya saja anime gintama, anime yang memiliki cerita episodik, dimana setiap episode memiliki cerita yang berbeda dan hal tersebut hanya diterapkan ketika Gintama sedang memasuki cerita yang berfokus pada comedy. 

Untuk anime yang memiliki cerita fokus dalam hal comedy, pastinya keberadaan filler disini sangat berguna karena memiliki lelucon berbeda yang tidak kalah lucu dengan cerita comedy dari sumber aslinya.


- Untuk Tujuan Promosi. Filler dengan tujuan promosi, biasanya dapat menghabiskan beberapa menit dalam menyisipkan suatu cerita atau bisa saja menghabiskan satu episode karena memiliki cerita filler yang berkaitan dengan hal yang dipromosikan. Contohnya saja Naruto Shippuden Episode 271 dan 311 dengan cerita tentang perisitiwa yang berkaitan dengan Naruto Shippuden Movie 6: Road to Ninja.


- Untuk Menyusun cerita agar tertata rapi. Ini bisa diterapkan untuk anime musiman yang jumlah episodenya sudah ditentukan. Satu Episode anime biasanya menghabiskan paling banyak 3 chapter dalam manga, namun ketika membuat cerita anime yang disesuaikan dengan manga, maka ending yang didapat tidak akan pas dan memerlukan cerita tambahan agar memberikan kesan ending yang pas dan sesuai. Selain itu Filler juga diperlukan untuk menyusun cerita anime yang diadaptasi dari 4-Koma Manga


Dampak Positif dan Negatif Filler

Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya
;'

Dampak Positif

Selain memiliki fungsi yang ternyata sangat penting, Filler ternyata juga memiliki dampak positif dan negatif bagi para penonton maupun pihak studio.

Dampak Positif bagi Pihak Studio: Ketika pihak studio menayangkan anime populer secara long running, maka hal tersebut sudah pasti memberikan keuntungan lebih bagi pihak studio. 

Anime juga merupakan sebuah bisnis, Pihak Studio harus pintar memilih seri manga maupun Light Novel yang bisa diprediksi dapat meningkatkan keuntungan mereka. Ketika penayangan Anime populer sudah hampir mendekati manga, solusi yang tepat adalah memberikan filler dan menjadikan kesempatan untuk membuat cerita versi mereka sendiri dengan memenuhi keinginan sebagian penonton sehingga dapat memuaskan mereka.


Dampak Positif bagi Penonton: Filler juga memberikan dampak positif bagi penonton. Ketika para fans suatu anime menginginkan suatu hal yang tidak bisa diterapkan dalam cerita di Manga.

Pihak studio dapat membuat beberapa cerita filler yang mungkin dapat memenuhi keinginan para penonton sehingga merasa puas. Selain itu dengan adanya filler, penonton juga tidak perlu khawatir anime favoritnya hiatus karena cerita yang disajikan sudah hampir mendekati manga sehingga kalian dapat terus menikmati anime favorit kalian. 

Selain memberikan cerita sesuai harapan mereka, para penonton juga dapat merasakan suasana yang berbeda ketika menonton filler sehingga memberikan kesan yang baru pada mereka.


Dampak Negatif

Ada Positif, ada pula Negatif. Hal ini bisa terjadi karena penerapan cerita filler buatan pihak studio yang kurang memuaskan penonton. Jika menyisipkan sebuah cerita tambahan pada tempat yang kurang tepat maka akan membuat para penonton merasa terganggu dengan keberadaan filler itu sendiri. 

Bahkan ketika filler tersebut memiliki cerita dengan banyak memberikan suatu fakta yang berlawanan dengan karya asli sehingga menyebabkan kualitas anime menjadi menurun. 

Dampak negatif yang lainnya adalah membuat Penonton merasa jengkel karena terlalu banyak filler, bahkan walaupun jarak anime dan manga sudah sangat jauh, pemberian cerita filler masih dilakukan dan hal tersebut membuat penonton merasa bosan sehingga memilih untuk tidak menontonnya dan menunggu anime tersebut masuk ke dalam cerita utama kembali

Bagaimana jika Filler tidak pernah ada?

Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya

Jika Tidak ada Filler di semua anime maka, penayangan anime tidak akan tertata serta hiburan seperti pada gambar mungkin tidak akan pernah kalian temukan. Memang filler itu merupakan ide yang buruk dan sangat mengganggu, namun kalian perlu berpikir dari sudut pandang positif bahwa banyak suatu karya yang diadaptasi menjadi anime memiliki filler yang membuat anime menjadi menarik berkat adanya filler. 

Selain itu, bagi anime Long Running yang dituntut untuk terus tayang, maka semakin lama laju cerita, bisa melebihi karya asli sehingga studio telah kehilangan jalur cerita dari sumber asli dan memutuskan untuk membuat cerita anime sendiri yang melenceng dari karya asli dan hal tersebut dapat menyebabkan kualitas anime menurun dan membuat para fans kecewa. 

Terdapat beberapa anime melenceng dari alur hingga inti cerita, contoh saja anime populer Dragon Ball Super yang memiliki banyak perbedaan alur cerita dengan manganya. 

Hal tersebut dikarenakan bahwa Seri Anime Dragon Ball Super telah melebihi manganya. Selain itu, adanya pemakaian filler juga sangat penting untuk mengisi cerita anime yang diadaptasi dari 4-koma-manga. 4-Koma Manga atau bisa dikatakan dengan “Yonkoma” merupakan manga yang menyajikan cerita hanya dengan empat panel dalam satu cerita sehingga ketika diadapatasi menjadi anime, memerlukan banyak adegan filler supaya mengisi penuh durasi tayang. 

Jadi jika tidak ada filler, maka anime yang diadaptasi dari 4-koma manga tidak akan menghasilkan cerita yang sempurna dan menghibur.

Apakah ada cara lain agar suatu anime tidak memiliki cerita filler namun kualitas tetap terjaga?

Pengertian Filler Anime dan Kegunaanya

Sebelumnya saya telah mengatakan bahwa anime juga merupakan bisnis. Setiap anime diproduksi oleh Studio yang berbeda-beda. Setiap Studio memiliki ciri khas sendiri dalam memproduksi suatu anime. Naruto dan Bleach telah diproduksi oleh studio yang sama yaitu Studio Pierrot, maka dari itu keduanya dikenal sebagai anime yang memiliki cerita filler sendiri yang mengganggu. 

Ketika suatu cerita dalam anime long-running sudah mendekati manga, studio bisa mengubah anime long-running tersebut menjadi anime musiman atau membuat anime tersebut untuk hiatus, yang artinya anime tersebut berhenti tayang sementara dengan tujuan untuk memberikan jarak antara cerita manga dan anime. Contoh anime yang menerapkan cara ini adalah Gintama. Awalnya anime Gintama merupakan anime long-running yang memiliki ratusan episode, namun setelah mengetahui bahwa cerita dalam manga dan anime mulai berdekatan, pihak Studio memutuskan untuk memberikan episode gintama yang awalnya ratusan episode menjadi 12 episode. 

Menurut studio yang mengutamakan keuntungan daripada fans, Hal tersebut mungkin menganggap bahwa hal tersebut dianggap seperti membuang kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, karena anime yang dapat menghasilkan keuntungan banyak telah berhenti.



Setelah kalian membaca artikel tentang filler pada suatu anime, mungkin kalian akan tertarik jika kalian membaca artikel lain dari kami

Baca Juga: Penyebab Anime Tidak ada Season Sealnjutnya

Mungkin hanya ini yang bisa disampaikan tentang filler. Jika terdapat kesalahan dari artikel ini mohon dimaafkan dan jika kalian mengetahui lebih dari ini kalian bisa memberi tahu lewat kolom komentar atau melalui kontak yang telah tersedia.
Previous
Next Post »