Inilah 3 Cara Bagaimana Studio Menayangkan Anime! Kamu Suka yang Mana?

3 Cara Bagaimana Studio Menayangkan Anime

Ketika suatu Manga mendapatkan adaptasi anime, terkadang hasilnya tidak sesuai dengan ekspetasi. Bagi kamu yang menyukaisalah satu anime musiman dan mungkin kamu pernah berpikir dan berharap bahwa anime favorit kamu menjadi anime yang mendapatkan episode banyak seperti anime populer seperti Naruto atau One Piece.

Tetapi perlu kamu tahu bahwa menayangkan anime dengan episode panjang tidak mudah, Selain butuh dana yang banyak laju jalan cerita di anime lebih cepat dibandingkan manga membuat pihak studio mengubah suatau cara menayangkan anime Untuk mengatasi masalah tersebut.

Kali ini Animenoem akan membahas 3 Cara yang wajib diketahui tentang bagaimana 3 Tipe studio menayangkan anime beserta gambarnya.

3 Cara Bagaimana Studio Menayangkan Anime

Sebelum menjelaskan tentang cara penayangan, mungkin bagi kamu yang belum paham tentang filler, kamu bisa baca dulu tentang Pengertian Filler dan Kegunaanya. Oke langsung kita bahas saja.

Cara 1: Tayang Lama dengan Tambahan Cerita Filler Secara Terpisah


Bisa dilihat dalam gambar, untuk cara pertama, studio memberikan episode banyak dengan mengikuti cerita dari sumber asli tanpa merubah cerita. Setelah itu, ketika anime mulai mengejar manga, studio mengulur waktu dengan cara membuat sebuah cerita buatan sendiri yang tidak resmi dari mangaka aslinya, atau biasa kita kenal dengan sebutan “filler”.

Dalam cerita filler tersebut, kamu bisa menganggapnya sebagai hiburan tambahan karena dalam filler terkadang pihak studio bisa memasukkan hal-hal yang diinginkan para fans (fanservice) demi menarik perhatian penonton, itupun tergantung dari pihak studio apakah filler tersebut memuaskan atau tidak.

Contoh saja Bleach dan Naruto yang sama-sama diprodukis oleh Studio Pierrot dimana kedua anime ini punya cerita filler sendiri tanpa mengubah- ubah cerita aslinya, dan dari sekian banyak filler pada kedua anime tersebut ada yang menghibur dan ada yang tidak,

Kelebihan:


Untuk keunggulan penayangan cara ini, kamu bisa terus menikmati animenya terus menerus dari cerita canon maupun non-canon karena seri ini telah menjadi sebuah anime long running (tayang panjang), jadi kamu tak perlu khawatir bahwa anime yang penayangannya seperti ini akan cepat habis atau cepat tamat dan ditambah disini kamu akan disajikan cerita non-original sebagai hiburan tambahan.

Jika kamu tidak suka cerita filler tersebut, kamu juga bisa skip menontonnya untuk sementara dan menunggu sampai anime tersebut masuk kembali ke cerita original layaknya sebuah anime musiman yang tamat lalu rilis beberapa musim kemudian.

Kekurangan:


Ada Kelebihan, ada juga kekurangan, coba kamu pikir, bagaimana rasanya ketika nonton anime cerita canon yang memasuki bagian serunya, tiba-tiba dipotong, lalu dialihkan filler panjang?

Tentu pasti merasa kesal apalagi filler tersebut ceritanya tiba-tiba tidak nyambung 180 derajat dari cerita utama, contoh saja arc filler bleach yang terdiri dari “Shuusuke Amagai Arc”, “Zanpakuto Unkown Tales Arc”, dimana filler tersebut diselipkan ditengah-tengah Arc Melawan para Arrancar.

Filler seperti ini tidak hanya pada Bleach, tetapi Naruto pun juga memiliki filler semacam ini, contohnya saja Arc filler “The New Chunnin Exam”, sebuah cerita Ujian chunin baru yang diikuti teman-teman Naruto selagi naruto sedang berlatih bersama Jiraiya dan filler tersebut ditayangkna ketika memasuki bagian seru-serunya dari arc "Fourth Shinobi World War".

Cara 2: Memperpanjang Cerita Utama (Filler dan Canon jadi satu)


Agak sedikit berbeda dengan cara 1, walaupun sama-sama diberikan filler dan tujuannya juga sama-sama untuk mengulur waktu supaya cerita di anime tidak mengejar manganya, namun untuk cara ini filler dalam anime tersebut bisa dibilang menyatu dengan cerita cannon. Apa maksudnya? Jadi, dalam kasus ini penonton dibuat sulit membedakan mana yang filler dan mana yang canon kecuali melakukan cek di manganya.

Filler cara ini berupa sebuah perpanjangan cerita atau beupa pembeiran adegan tambahan, jadi yang seharusnya dimana cerita tersebut berjalan cepat menjadi lambat karena terdapat beberapa cerita filler yang diselipkan di dalam cerita canon.

Beberapa contoh anime yang menggunakan cara ini antara lain: Dragon Ball, One Piece yang dibuat oleh Toei Animation, serta Black Clover yang diproduksi oleh Studio Pierrot.

Kelebihan:


Karena Filler ini masih berkaitan dengan cerita original, jadi keseruan yang kamu dapat sama dengan saat menonton cerita anime original dan mungkin kamu bisa menemukan beberapa cerita tambahan lebih detail yang menarik meskipun kamu sudah membaca manganya.

Kekurangan:


Yang tidak menyenangkan dari penayangna cara ini, hampir sama dengan cara ke 1, karena cerita terlalu lambat, maka kadang bisa membosankan, tapi bedanya, jika kamu tidak suka dengan setiap filler yang disajikan kamu tidak bisa skip menonton karena filler telah menyatu dengan cerita original.

Tidak hanya itu, karena seri tersebut episodenya banyak ada kemungkinan beberapa episode memiliki grafis kualitas rendah sehingga tidak konsisten.

Cara 3: Dibuat jadi Anime Musiman

Cara penayangan yang paling sering digunakan dan bisa ditemukan di hampir semua anime jaman sekarang. Penayangan dengan cara seperti ini pembuatan episodenya dibatasi, paling sering 12 episode atau ada yang mendapatkan 24 episode.

Pembuatan anime secara musiman merupakan langkah terbaik, paling efektif untuk menghindari kerugian yang berlebihan apalagi di era pembajakan sekarang ini serta juga bisa untuk berjaga-jaga apakah anime tersebut mampu menjadi pertunjukkan bagus bagi penonton atau tidak.

Jadi jika anime tersebut laku keras, biasannya season selanjutnya akan segera dibuat dan jika tidak laku, hanya ada kemungkinan sangat kecil untuk mendaptakan season lanjutan.

 Untuk masalah tentang Anime tidak mendapatkan Season 2, Kamu bisa Baca tentang Penyebab Mengapa Anime Favorit kalian Tidak Mendapatkan Season 2

Kelebihan:


Karena hanya menayangkan 24 atau 12 episode, Budget bisa difokuskan ke kualitas animasi per episodenya sehingga kualitas animasi bisa konsisten sehingga ketika kamu menontonnya, gerakan demi gerakan, adegan demi adegan seolah nyata (tergantung studionya juga sih), berbeda dengan cara 1 dan 2 dimana episodenya terkadang punya kualitas animasi yang kurang bagus karena anggarannya difokuskan untuk membuat per episodenya.

Selain kualitasnya memungkinkan akan bagus, Cerita yang dibawakan anime bisa dibuat sama sesuai dengan sumbernya, tertata rapi tanpa adanya terlalu banyak filler atau cerita tambahan yang kadang bikin membuat penonton kesal.

Contoh anime yang menerapkan penayangna ini antara lain: Boku no Hero Academia, Shingeki no Kyojin, Kuroko no Basket, Haikyuu, dan anime musiman lainnya.

Kekurangan:


Untuk kekuarangannya sendiri mungkin kalian sadar kalo terkadang bahwa anime dengan cara penayangan seperti ini memerlukan season lanjutan.

Nah, sedihnya banyak anime bagus yang kelanjutannya harus ditunggu bertahun-tahun meskipun studio sudah meraup keuntungan cukup tinggi dari penjualan BD/DVD Anime, dan bahkan ada salah satu anime yang tidak mendapaktan season lanjutan sama sekali.


Sebenarnya masih ada beberapa kasus penayangan anime yang berbeda selain 3 cara yang sudah disebutkan tadi, namun karena penjelasannya lebih rumit dari yang diatas, mungkin akan dibahas di postingan selanjutnya.

Cukup sekian untuk postingan penayangan dasar anime kali ini, jika ada kekurangan kamu bisa memberitahu kami melalui komentar atau kontak yang telah tersedia.

0 Response to "Inilah 3 Cara Bagaimana Studio Menayangkan Anime! Kamu Suka yang Mana?"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel